Di Bawah Bayang Walet, Dapur Bergizi Gratis Disorot 

PONOROGO – Langkah para petugas Dinas Kesehatan Ponorogo terdengar menyusuri lorong sempit eks Pasar Lanang. Mereka menuju sebuah gedung yang baru sepekan beroperasi sebagai dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Gedung itu, ironisnya, berdiri tepat di bawah bekas kandang burung walet.

Sidak dilakukan bukan tanpa alasan. Warga sekitar resah, khawatir residu kotoran burung merembes lewat celah lantai dan mencemari makanan yang disiapkan untuk anak-anak sekolah. Di ruang yang seharusnya steril, bayang-bayang walet masih terasa.

Tim Dinkes memeriksa setiap sudut: dapur, ruang penyimpanan, hingga ventilasi udara. Namun, identitas resmi dapur MBG tak tampak. Plang belum terpasang, cat bangunan pun tak menandai keberadaan Satuan Pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) Banyudono.

“Tujuan kami memastikan dapur ini higienis dan aman dari kotoran burung. Apalagi SPPG ini sudah mengantongi Surat Layak Higienis dan Sanitasi,” ujar Ari Susanti, Sub Koordinator Kesling-Kesjaor Dinkes Ponorogo, Rabu, 28 Januari 2026. Ia menegaskan, sebelum izin keluar, SPPG harus lolos uji Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan rekomendasi Badan Gizi Nasional.

Koordinator SPPG Wilayah Ponorogo, Sheila Amanda, mengaku telah meminta mitra menghentikan operasional kandang walet di lantai dua dan tiga sebelum dapur MBG berdiri. “Jika terbukti kandang masih aktif, izin operasional akan dicabut,” katanya.

Devita, pemilik SPPG Banyudono, tak menampik gedung itu dulunya memang kandang walet. Namun sejak Oktober 2025, aktivitas dihentikan. Kini, dapur itu melayani seribu porsi makanan bergizi untuk empat sekolah di Ponorogo. “Kami menjamin kebersihan. Kalau ada aturan, saya patuhi. Kalau ada kekurangan, saya penuhi,” ujarnya.

Di bawah bayang walet yang pernah bersemayam, dapur itu kini berusaha menebar aroma gizi. Namun sidak Dinkes menjadi pengingat: kebersihan bukan sekadar janji, melainkan syarat mutlak agar dapur bergizi benar-benar layak bagi masa depan anak-anak.  (El)

Comments
Share it :