
PONOROGO – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Kabupaten Ponorogo menggandeng 40 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk memeriahkan ajang Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026. Event perdana yang dijadwalkan berlangsung pada 3-6 November 2026 di Aloon-Aloon Ponorogo tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus etalase potensi daerah.
Kepala Disperdagkum Ponorogo, Ringga Dwi Heri Irawan, mengatakan seluruh UMKM yang dilibatkan merupakan pelaku usaha binaan bidang perdagangan. Sebanyak 40 stan telah disiapkan sebagai ruang promosi dan pemasaran berbagai produk unggulan khas Ponorogo.
“Untuk kegiatan di Kemilau Pekan Raya Ponorogo ini, yang mengikuti acara UMKM ada 40 UMKM,” kata Ringga, Kamis (29/10).

Beragam produk lokal akan meramaikan stan UMKM. Mulai kuliner tradisional hingga produk kerajinan khas daerah. Di antaranya Gethuk Golan, bakmi Jawa, penadon, hingga kerajinan Reog Ponorogo yang selama ini menjadi identitas budaya Bumi Reog.
Menurut Ringga, keikutsertaan UMKM dalam pameran tersebut bukan hanya untuk menambah kemeriahan acara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal sekaligus mengenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kehadiran produk-produk tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah kepada pengunjung,” ungkapnya.
Pemerintah daerah juga menargetkan penyelenggaraan pameran mampu mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung selama kegiatan berlangsung, pelaku usaha diharapkan memperoleh manfaat ekonomi yang berdampak pada pertumbuhan usaha mereka.
“Tujuan kita biar UMKM kita itu tumbuh dan menambah ekonomi masyarakat Ponorogo,” ujarnya.
Ringga berharap Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 dapat berjalan sukses sehingga dapat menjadi agenda rutin tahunan. Menurutnya, keberlangsungan kegiatan semacam ini penting untuk menyediakan ruang promosi yang konsisten bagi pelaku UMKM lokal.
“Harapannya ini event pertama yang kemarin disampaikan Ibu Plt Bupati, nanti kalau berhasil dan sukses, ke depannya bisa menjadi agenda tahunan,” harapnya.
Selain mendorong perekonomian, penyelenggaraan Kemilau Pekan Raya juga dinilai sejalan dengan upaya Ponorogo menjaga keberlanjutan kreativitas daerah. Terlebih, Ponorogo kini tergabung dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori Crafts and Folk Art atau Kerajinan dan Seni Rakyat.
“Melalui keterlibatan 40 UMKM binaan Disperdagkum, produk kuliner dan usaha masyarakat mendapat kesempatan tampil dalam sebuah kegiatan berskala daerah,” tambah Ringga.
Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 akan menghadirkan total 88 stan yang memamerkan inovasi perangkat daerah, potensi daerah, produk UMKM, hingga berbagai kreativitas masyarakat. Sejumlah musisi nasional dan lokal seperti Last Child dan Ndarboy Genk juga dijadwalkan turut memeriahkan acara.(adv/el)
