
PONOROGO – Upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT RI ke-81 di Monumen Reog, Kecamatan Sampung, Kamis (17/8/2026), memang berlangsung khidmat dan meriah. Ribuan peserta dari jajaran TNI, Polri, ASN, guru, hingga siswa-siswi ikut ambil bagian dalam momen sakral tersebut.
Namun, di balik gegap gempita perayaan, tersisa pemandangan yang mencoreng wajah kebanggaan Ponorogo. Usai upacara, area Monumen Reog dipenuhi tumpukan sampah plastik, botol minuman, dan bungkus makanan yang ditinggalkan begitu saja oleh peserta maupun tamu undangan. Tempat sampah yang sudah disediakan seolah tak berfungsi, membuat lokasi bersejarah itu berubah menjadi lautan sampah.

Feri, salah satu pengunjung, tak kuasa menahan kekesalan. “Kita sangat apresiasi Monumen Reog sebagai lokasi upacara, tapi sayang sekali sampah yang didominasi botol plastik tidak dibuang di tempatnya. Ini bukan menjaga alam, melainkan merusak,” ujarnya dengan nada kecewa.
Ia menegaskan, sampah plastik yang sulit terurai jelas merusak pemandangan sekaligus mencederai kebanggaan warga Ponorogo terhadap ikon budaya mereka.
Lebih lanjut, Feri berharap pihak kecamatan segera turun tangan. “Monumen Reog adalah kebanggaan kita. Kebersihan harus dijaga, apalagi ini kawasan wisata. Jangan sampai setiap acara besar meninggalkan jejak buruk berupa sampah,” pungkasnya. (El)
